• 34Âșc, Sunny
  • Tuesday, 18th June, 2019
RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA HUT KABUPATEN BANYUASIN KE-23 TAHUN
Banner Tengah
Dipublikasikan pada: Kamis, 10 April 2025

RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA HUT KABUPATEN BANYUASIN KE-23 TAHUN

Pangkalan Balai - Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Banyuasin dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyuasin ke-23 Tahun 2025 dan Ramah Tamah sekaligus Penandatanganan kerja sama Momerandum of Understanding (MoU) Universitas Sriwijaya Palembang digelar di Gedung Rapat Paripurna DPRD Banyuasin, Kamis (10/4/2025). 

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banyuasin, Abdul Rais, SM yang mengajak jajaran  Pemerintah Kabupaten Banyuasin, FKPD Banyuasin dan seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi membangun Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera.  Dalam kesempatan istimewa ini, Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH memaparkan bahwa Kabupaten Banyuasin dilahirkan pada tanggal 10 April 2002 melalui UU Nomor 6 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan, sebagai pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin. 

Seiring dengan perjalanan waktu, dengan segala kelebihan dan kekurangannya pada Tanggal 10 Bulan April Tahun 2025 sekarang, Kabupaten Banyuasin tepat berusia 23 Tahun. 

Penetapan Tanggal 10 April sebagai hari jadi Kabupaten Banyuasin tersebut sudah sesuai dengan PERDA Kabupaten Banyuasin Nomor 1 Tahun 2020 tentang Hari Jadi Kabupaten Banyuasin dan pada hari ini dimasa kepemimpinan kami yang dilantik pada tanggal 20 Februari 2025 yang lalu sampai dengan hari ini sudah berjalan selama 59 hari. 

Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, SH., MH dalam sambutannya mengingatkan agar peringatan HUT jangan sekedar seremonial saja, harus ada esensi nyata dalam pembangunan Kabupaten Banyuasin. 

Makna ulang tahun harus diiringi dengan pembangunan nyata, data ini harus menjadi tolak ukur kedepan agar Pemkab Banyuasin terus bekerja keras dan cerdas dalam peningkatan kesejahteraan dari tahun ke tahun. 

Meski di usia Kabupaten Banyuasin masih belia, namun telah mampu sejajar dengan Kabupaten lain di Sumsel sehingga mampu menurunkan satu digit angka kemiskinan di Banyuasin serta memiliki potensi kekayaan alam yang tinggi, kelapa, kelapa sawit, migas, batubara, dan potensi perikanan yang tinggi.

Dilanjutkan dengan penanda tanganan MoU antara Universitas Sriwijaya dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan STIK Bina Husada dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. 

Turut hadir DPR RI, Walikota Lubuk Linggau, Bupati Muba, Bupati Pali, seluruh unsur Forkopimda Pemprov Sumsel dan Banyuasin, Camat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Kabupaten Banyuasin. 

Follow Us