34ºc,
Sunny
Tuesday,
18th June, 2019
Palembang – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menghadiri Workshop Eksternal Peninjauan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Fakultas Hukum Universitas IBA Palembang, Rabu (03/06). Dalam kegiatan tersebut, Askolani yang juga merupakan salah satu tenaga pengajar di Universitas IBA menyampaikan berbagai pandangan strategis terkait pengembangan pendidikan hukum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Bupati Askolani menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap praktik hukum dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, isu-isu seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perlindungan data pribadi, ekonomi digital, transformasi birokrasi, hingga kejahatan siber menuntut dunia pendidikan hukum untuk terus beradaptasi dan memperbarui pendekatan pembelajarannya.
Ia menekankan bahwa lulusan Fakultas Hukum tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi nyata di masyarakat. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta dinamika sosial menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh para sarjana hukum di masa depan.
Lebih lanjut, Askolani mendorong penyusunan kurikulum yang responsif, visioner, dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan. Menurutnya, penyusunan kurikulum hukum yang ideal memerlukan kolaborasi aktif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, praktisi hukum, lembaga penegak hukum, dan masyarakat agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan dunia kerja.
Sebagai kepala daerah, Askolani menilai kebutuhan sumber daya manusia di bidang hukum saat ini semakin kompleks. Pemerintah daerah membutuhkan tenaga hukum yang mampu menyusun produk hukum daerah yang berkualitas, melakukan harmonisasi regulasi, memberikan legal opinion terhadap kebijakan publik, memahami aspek kontrak dan investasi, mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta menguasai hukum digital dan penyelesaian sengketa secara efektif. Oleh karena itu, ia berharap kurikulum pendidikan hukum terus diperkuat agar mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Fans
Fans
Fans
Fans