34ºc,
Sunny
Tuesday,
18th June, 2019
Palembang – Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama ICRAF menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan strategi pengelolaan bentang lahan tingkat sublanskap di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Saleh–Sugihan Kabupaten Banyuasin. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Airish, Rabu (03/06/2026), dihadiri oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., serta berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan lembaga pendamping.
FGD ini menjadi forum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam merumuskan kebijakan dan langkah strategis pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan. Melalui diskusi yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta kesamaan persepsi dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda Erwin Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada ICRAF dan seluruh pihak yang selama ini berkomitmen mendukung perlindungan kawasan gambut di Banyuasin. Ia menjelaskan bahwa lahan gambut memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem sekaligus menyimpan potensi ekonomi yang besar. Namun, kawasan tersebut juga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPG) yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu diterapkan secara nyata di lapangan. Ia berharap hasil FGD dapat melahirkan rekomendasi dan langkah konkret yang mendukung pengelolaan gambut secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran lahan dan menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Banyuasin.
Fans
Fans
Fans
Fans