34ºc,
Sunny
Tuesday,
18th June, 2019
Tanjung Lago – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera yang berlangsung di Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Lago, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), serta mengantisipasi dampak risiko curah hujan ekstrem terhadap sektor pertanian dan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Askolani menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin sejak awal telah menjalankan berbagai program pengendalian inflasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Beragam gerakan yang dilaksanakan antara lain Gerakan Tanam Sayur (Gertas), pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga, Gerbang Tobaru (Gerakan Obat, Rempah-rempah dan Umbi), pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Pulawan Buweh atau Kampung Buah, Gerakan Memelihara Ternak Unggas (Gemar Tugas), hingga Gerbang Perak (Gerakan Pengembangan Perikanan Rakyat). Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Askolani, gerakan-gerakan tersebut tidak hanya bertujuan menekan laju inflasi, tetapi juga mendorong peningkatan gizi keluarga, memperkuat ekonomi rumah tangga, serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Pusat agar harga gabah petani dapat terus meningkat sehingga kesejahteraan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional semakin terjamin.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan bahwa dipilihnya Kabupaten Banyuasin sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah tersebut dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Ia menegaskan bahwa berbagai gerakan pangan mandiri yang selama ini dijalankan di Sumatera Selatan telah menunjukkan hasil positif dalam menekan inflasi dan mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Fans
Fans
Fans
Fans