34ºc,
Sunny
Tuesday,
18th June, 2019
Jakarta – Kabupaten Banyuasin terus memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan produsen beras terbesar di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya melalui optimalisasi lahan rawa menjadi lahan sawah produktif. Langkah tersebut disampaikan Bupati Askolani dalam podcast yang diselenggarakan CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Askolani menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura terus mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan potensi lahan rawa yang dimiliki daerah. Transformasi lahan rawa menjadi sawah produktif menjadi strategi penting dalam meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Menurut Askolani, kebijakan tersebut sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan dan kemandirian pangan menuju swasembada pangan nasional. Ia menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berarti mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga memaksimalkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki daerah untuk mendukung kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan.
Kabupaten Banyuasin sendiri memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar dengan luas baku sawah mencapai 189.345 hektare. Potensi tersebut menjadi modal utama dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, khususnya melalui Sapta Cita Banyuasin yang menekankan peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan sumber daya ekonomi menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui Program Prioritas Banyuasin Makmur yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan sektor pertanian.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari rehabilitasi lahan, pendampingan petani, hingga penyediaan sarana produksi pertanian. Selain itu, pemerintah daerah juga berharap dukungan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Transmigrasi dalam pembangunan infrastruktur pertanian seperti tanggul, saluran irigasi, dan pintu air. Dengan sinergi tersebut, Banyuasin optimistis dapat mencapai target produksi 1,2 juta ton gabah sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan Indonesia.
Fans
Fans
Fans
Fans