Palembang – Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan dengan berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai satu digit, yakni sebesar 9,85 persen. Prestasi ini menjadi catatan sejarah sebagai angka kemiskinan terendah yang pernah dicapai Sumsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Banyuasin, Askolani, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Askolani di sela kegiatan Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan Se-Provinsi Sumsel yang berlangsung di Griya Agung, Kamis (5/2/2026). Dalam kesempatan itu, Askolani juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk terus mendukung program-program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan guna mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah diraih.
Di tingkat daerah, Kabupaten Banyuasin turut mencatatkan hasil positif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pada tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Banyuasin berhasil ditekan hingga mencapai 8,48 persen. Capaian tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Cik Ujang serta seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan yang telah berkontribusi dalam mewujudkan prestasi tersebut. Ia menyebut keberhasilan menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit merupakan cita-cita yang telah lama diperjuangkan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang mencapai 5,35 persen dan menempati posisi kedua tertinggi secara nasional menjadi modal penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di masa mendatang.