34ºc,
Sunny
Tuesday,
18th June, 2019
Banyuasin I – Menanggapi maraknya isu yang beredar di masyarakat terkait kualitas beras premium yang dioplos, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, S.P segera bertindak dengan meninjau pabrik beras milik PT Wilmar yang memproduksi beras premium dengan merk dagang Sania dan Sovia, Kamis (17/7).
Wabup Netta didampingi sejumlah Kepala OPD seperti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Masita Liana, S.P., Kepala Dinas Koperindag dan UMKM, Ir. Alfian, M.M., Kabag Kesra, H. Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si., dan Inspektur Banyuasin Ir. Zakirin, S.P., M.M., CGCAE., mengecek pabrik penggilingan dan pengemasan sejumlah dengan merk dagang beras premiun milik Wilmar.
Saat dilakukan sidak, Wabup Netta sempat mempertanyakan aktivitas dari pabrik beras premium milik Wilmar yang tidak beroperasi. Dari jawaban pihak managemen Wilmar, saat ini pasokan gabah sedang tidak ada sehingga berhenti berproduksi. “Beberapa tempat di Banyuasin saat ini sedang panen, kenapa tidak ambil dari petani Banyuasin?,” tanya Netta. Namun, jawaban dari managemen Wilmar, bila mereka masih menunggu pasokan gabah dari OKU Timur.
Wabup Netta juga berpesan kepada Wilmar, untuk merangkul petani yang ada di Banyuasin terutama gabah. Karena, Banyuasin merupakan pemasok terbesar gabah di Sumsel dan nomor tiga di Indonesia. Beliau juga menekankan agar pihak Wilmar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan merugikan konsumen atau masyarakat.
Fans
Fans
Fans
Fans